Search for:
  • Home/
  • Sepak Bola/
  • Derbi London yang Mengejutkan: Chelsea vs Crystal Palace Pekan Pembuka Premier League 2025/26
Aksi pemain Chelsea melawan Crystal Palace di pekan pertama Liga Inggris 2025/26

Derbi London yang Mengejutkan: Chelsea vs Crystal Palace Pekan Pembuka Premier League 2025/26

Pekan pertama Premier League 2025/26 menampilkan pertemuan penuh tekanan antara Chelsea dan Crystal Palace di Stamford Bridge pada Minggu, 17 Agustus 2025. Statut juara dunia di tangan The Blues berhadapan dengan momentum tinggi sang juara FA Cup dan Community Shield, membuat laga ini menjadi salah satu duel pembuka yang paling dinanti musim ini.

1. Latar Belakang dan Arah Musim

Chelsea memasuki musim baru dengan modal manis: juara UEFA Conference League dan juara FIFA Club World Cup yang diraih musim panas lalu :contentReference[oaicite:0]{index=0}. Di bawah arahan manajer Enzo Maresca, The Blues menjalani musim transformasi besar-besaran, termasuk kedatangan pemain muda berbakat seperti Joao Pedro, Jamie Gittens, Jorrel Hato, Liam Delap, dan Estêvão :contentReference[oaicite:1]{index=1}. Namun, cedera serius Levi Colwill (ACL) dan absen beberapa bek utama membuat lini pertahanan Chelsea goyah :contentReference[oaicite:2]{index=2}.

Sementara itu, Crystal Palace datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai FA Cup dan Community Shield setelah mengalahkan Liverpool :contentReference[oaicite:3]{index=3}. Di bawah manajer Oliver Glasner, The Eagles menunjukkan konsistensi musim lalu dan kini berambisi tampil di UEFA Conference League :contentReference[oaicite:4]{index=4}.

2. Jalannya Pertandingan: Ketangguhan Tak Bertuan

Babak pertama berlangsung imbang 0–0. Chelsea dominan dalam penguasaan bola (sekitar 70 %) dan menciptakan 19 tembakan, meski hanya 3 yang tepat sasaran :contentReference[oaicite:5]{index=5}. Crystal Palace pun berbahaya, dengan empat tembakan menuju gawang. Momen paling menegangkan terjadi menit ke-13 ketika Eberechi Eze mencetak gol lewat tendangan bebas yang indah—namun dianulir oleh VAR karena pelanggaran Marc Guehi terhadap aturan jarak pagar hidup minimal 1 meter :contentReference[oaicite:6]{index=6}.

Di babak kedua, dominasi Chelsea tetap tidak efektif. Tendangan Joao Pedro, peluang Cole Palmer dan Estevão gagal membuahkan gol :contentReference[oaicite:7]{index=7}. Sementara Palace mempersempit ruang gerak sang tuan rumah dengan pertahanan disiplin dan sejumlah peluang melalui Mateta dan Eze :contentReference[oaicite:8]{index=8}. Skor akhir: imbang tanpa gol.

3. Penampilan Individu: Kiper sebagai Penyelamat

Robert Sánchez menjadi pahlawan malam itu. Kiper asal Spanyol ini melakukan empat penyelamatan penting dan dinobatkan sebagai **Man of the Match** versi Premier League :contentReference[oaicite:9]{index=9}.

Chris Richards dari Palace juga tampil mengesankan, menerima gelar MVP pertandingan menurut media internasional :contentReference[oaicite:10]{index=10}. Penampilan defensifnya membantu Palace mempertahankan clean sheet di markas lawan.

4. Faktor Teknis & VAR: Progres Dalam Transparansi Pertandingan

Debut sistem komunikasi VAR baru menjadi sorotan tambahan. Premier League memperbolehkan wasit menyampaikan hasil review VAR langsung ke penonton stadion untuk pertama kalinya :contentReference[oaicite:11]{index=11}. Langkah ini ditujukan meningkatkan transparansi dan meminimalkan kebingungan suporter.

5. Interpretasi dan Dampak Hasil

Imbang tanpa gol ini adalah **anomal** bagi Chelsea—tim juara dunia yang diharapkan mendominasi secara agresif :contentReference[oaicite:12]{index=12}. Lini serang mereka tampak belum klik, peluang tercipta tapi eksekusi buruk. Di sisi lain, Palace membuktikan karakter juara dengan gaya bertahan kokoh dan efektivitas minimalis.

Pelatih Maresca menegaskan bahwa jeda persiapan terbatas tak jadi alasan—para pemain muda tetap menunjukkan potensi dan kerja keras :contentReference[oaicite:13]{index=13}. Sementara Glasner menyoroti kedisiplinan tim dan kesiapan menghadapi musim panjang di berbagai kompetisi.

6. Outlook Musim dan Harapan ke Depan

Musim ini akan menantang bagi Chelsea. Jadwal awal memberikan periode derbi beruntun: lawan West Ham, Fulham, Brentford, hingga Manchester United dan Liverpool sebelum jeda internasional :contentReference[oaicite:14]{index=14}. Krisis bek juga menjadi perhatian—transfer tambahan ditekankan oleh Maresca :contentReference[oaicite:15]{index=15}.

Crystal Palace memiliki momentum dan stabilitas. Mereka memulai musim dengan clean sheet di markas juara dunia, memperlihatkan pondasi baik untuk bersaing di liga dan Eropa.

7. Kesimpulan: Awal Tak Manis Namun Penuh Pelajaran

Meski hasil akhir imbang, laga ini kaya pelajaran. Chelsea harus memperbaiki penyelesaian akhir dan menyelaraskan chemistry antar lini, terutama dengan datangnya talenta muda. Crystal Palace membuktikan mereka bukan tim kunjungan—soliditas dan disiplin mereka layak jadi contoh.

Jika Chelsea tak segera menemukan ritme dan stabilitas, musim ini bisa menjanjikan lebih banyak tantangan ketimbang sebelumnya. Sementara Palace memiliki peluang besar untuk membuat kejutan berkelanjutan.

Baca juga : Mallorca Vs Barcelona: Blaugrana Gebuk 9 Pemain Piratas dengan Skor 3-0