Search for:
  • Home/
  • Sepak Bola/
  • Liga Inggris Tegas Lawan Rasisme: Langkah Keras Setelah Laga Liverpool vs Bournemouth
Jadwal Lengkap Liga Inggris 2025/2026 Semua 380 Pertandingan

Liga Inggris Tegas Lawan Rasisme: Langkah Keras Setelah Laga Liverpool vs Bournemouth

Pekan pertama Premier League 2025/26 langsung menghadirkan isu serius. Antoine Semenyo (Bournemouth) melaporkan dirinya menjadi sasaran kata-kata bernada rasial di tribun Anfield. Wasit Anthony Taylor segera menghentikan pertandingan, kemudian polisi menangkap pelaku. Respons tegas dari Premier League, FIFA, dan klub-klub Inggris membuktikan bahwa rasisme tidak punya tempat di sepak bola modern.

1. Insiden di Anfield: Tindakan Cepat Wasit dan Polisi

Insiden terjadi pada menit ke-28 ketika Semenyo bersiap melakukan lemparan ke dalam. Ia segera melaporkan ucapan rasial dari tribun kepada wasit Taylor. Setelah berdiskusi dengan kapten dan pelatih kedua tim, Taylor menghentikan laga selama dua menit sebelum melanjutkannya kembali—sesuai protokol anti-diskriminasi Premier League.

Polisi Merseyside langsung menindak pelaku. Mereka mengeluarkan seorang pria berusia 47 tahun dari tribun, lalu menahannya dengan tuduhan penyalahgunaan rasial.

2. Ketangguhan Semenyo di Lapangan

Meski menerima serangan verbal, Semenyo tetap tampil impresif. Ia membalas hinaan itu dengan dua gol pada babak kedua. Gol pertama lahir dari tembakan cepat, sedangkan gol kedua datang dari aksi individu yang menawan. Bournemouth sempat menyamakan skor 2-2 sebelum Liverpool akhirnya menang 4-2.

Kapten Bournemouth, Adam Smith, memuji ketangguhan rekan setimnya. Ia berkata, “Saya terkejut dia bisa tampil sehebat itu setelah menerima perlakuan memalukan.”

3. Premier League, FA, dan FIFA Bersatu Lawan Rasisme

Premier League segera menyatakan dukungan penuh kepada Semenyo. Mereka menegaskan komitmen untuk bekerja sama dengan FA dan pihak berwenang agar pelaku mendapat hukuman setimpal.

FIFA juga ikut mendukung langkah tersebut. Gianni Infantino memuji keteguhan Semenyo dan mengumumkan bahwa FIFA Players’ Voice Panel akan memberi pendampingan. Program ini menjadi bagian dari strategi global FIFA melawan diskriminasi sejak 2024.

4. Klub dan Manajer Bicara Tegas

Liverpool segera merilis pernyataan resmi. Klub tersebut menegaskan sikap tanpa kompromi terhadap rasisme dan menyatakan siap mendukung proses hukum.

Manajer Arne Slot ikut menyoroti masalah ini. Ia menegaskan, “Kemenangan penting, tetapi insiden ini menunjukkan bahwa kita masih berhadapan dengan realita rasisme di stadion.”

FA menambahkan bahwa mereka akan memastikan kasus ini berjalan sesuai prosedur hukum dan memberi efek jera bagi pelaku.

5. Rasisme di Sepak Bola Inggris: Masalah yang Belum Tuntas

Sepak bola Inggris sudah lama menghadapi masalah rasisme. Tahun-tahun sebelumnya, beberapa pemain seperti Joe Willock, Wesley Fofana, hingga Jess Carter di Euro 2025 juga menerima perlakuan diskriminatif.

Premier League terus menjalankan kampanye No Room for Racism untuk menekan kasus serupa. Mereka sudah menjatuhkan sanksi berat berupa denda, larangan stadion, hingga hukuman tambahan bagi pelaku. Namun, banyak pengamat menilai edukasi dan tindakan preventif tetap harus diperkuat.

6. Antara Peringatan dan Noda di Anfield

Laga ini seharusnya menjadi momen emosional. Anfield memperingati jasa Diogo Jota dengan mosaik dan nyanyian khidmat. Sayangnya, insiden rasis tersebut mencoreng suasana penuh penghormatan itu.

7. Kesimpulan: Sepak Bola Harus Bersih dari Rasisme

Kasus yang menimpa Semenyo memperlihatkan bahwa sepak bola masih rentan terhadap diskriminasi. Namun, langkah cepat dari wasit, klub, FA, Premier League, hingga FIFA menunjukkan arah positif. Sepak bola membutuhkan keberanian untuk bertindak, bukan sekadar diam. Edukasi, kampanye, dan penegakan hukum harus berjalan beriringan agar rasisme benar-benar hilang dari lapangan hijau.

Baca juga : Mallorca Vs Barcelona: Blaugrana Gebuk 9 Pemain Piratas dengan Skor 3-0