Search for:
  • Home/
  • Sepak Bola/
  • Adrien Rabiot Dijual Marseille Usai Berkelahi dengan Rekan Setim
Adrien Rabiot mengenakan jersey Marseille saat latihan sebelum dijual klub

Adrien Rabiot Dijual Marseille Usai Berkelahi dengan Rekan Setim

Adrien Rabiot kembali mencuri perhatian publik sepak bola Eropa. Gelandang asal Prancis itu hanya bertahan satu musim bersama Olympique Marseille. Klub memutuskan melepasnya setelah ia terlibat perselisihan dengan rekan setim, Jonathan Rowe, di sesi latihan tim.

Kronologi Keributan di Latihan

Pertengkaran bermula saat latihan internal di markas Marseille. Rabiot melayangkan protes keras terhadap Rowe setelah salah satu duel permainan. Rowe tidak terima, lalu membalas dengan ucapan kasar. Adu mulut itu berlanjut menjadi kontak fisik hingga staf pelatih turun tangan untuk melerai. Keributan membuat suasana tim memanas dan memengaruhi fokus para pemain.

Pelatih sudah mencoba memberikan teguran. Namun, situasi semakin sulit dikendalikan. Rowe mengaku tersinggung, sementara Rabiot menilai rekannya tidak menghormati perannya sebagai pemain senior. Karena konflik terus berlanjut, manajemen akhirnya memilih jalan tegas: menjual Adrien Rabiot.

Marseille Melepas Rabiot di Bursa Transfer

Pada Selasa (19/8/2025), manajemen Marseille mengumumkan rencana penjualan Adrien Rabiot. Keputusan itu mengejutkan publik, sebab kontrak sang gelandang sebenarnya masih tersisa satu tahun. Klub menilai keharmonisan tim lebih penting dibanding mempertahankan pemain bintang. Mereka juga berharap hasil penjualan bisa digunakan untuk membeli gelandang baru yang lebih sesuai kebutuhan.

Direktur olahraga Marseille menjelaskan bahwa klub tidak ingin konflik berlarut-larut. Ia menegaskan bahwa stabilitas ruang ganti harus menjadi prioritas. Menurutnya, pelepasan Rabiot justru membuka peluang bagi tim untuk berkembang dengan energi baru.

Perjalanan Singkat Rabiot di Marseille

Adrien Rabiot bergabung dengan Marseille pada musim panas 2024 setelah kontraknya di Juventus berakhir. Para suporter awalnya menyambut kehadirannya dengan antusias. Mereka berharap pengalaman Rabiot di Paris Saint-Germain, Juventus, dan Timnas Prancis bisa mengangkat performa lini tengah Les Olympiens.

Musim pertamanya berjalan cukup baik. Ia tampil di 32 laga Ligue 1, mencetak dua gol, dan menyumbang empat assist. Rabiot juga ikut membawa Marseille menembus perempat final Liga Europa. Walau kontribusinya terlihat positif, sikap temperamentalnya kerap menimbulkan masalah. Media Prancis sering menyoroti kebiasaannya berdebat di lapangan.

Reaksi Suporter dan Media

Kabar konflik langsung memicu reaksi keras dari publik. Banyak suporter mendukung keputusan klub. Mereka menilai Rabiot memang sering menimbulkan kontroversi dan pelepasannya bisa menjaga atmosfer ruang ganti tetap kondusif.

Namun, sebagian fans merasa kecewa. Mereka beranggapan Rabiot masih memiliki kualitas tinggi dan layak dipertahankan hingga kontraknya berakhir. Media Prancis pun menyoroti kasus ini sebagai salah satu drama transfer terbesar di Ligue 1 musim panas 2025.

Masa Depan Adrien Rabiot

Hingga kini, belum ada kepastian soal klub baru Rabiot. Beberapa media mengaitkan namanya dengan Manchester United dan Tottenham Hotspur. Klub Serie A pun memantau situasi karena Rabiot sudah terbiasa bermain di Italia bersama Juventus. Jika transfer terwujud, ia akan menghadapi tantangan besar untuk membuktikan dirinya masih relevan di level tertinggi.

Bagi Rabiot, kepindahan kali ini akan menjadi titik balik karier. Ia harus menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya sekadar gelandang berpengalaman, tetapi juga sosok profesional yang bisa menjaga keharmonisan ruang ganti. Klub-klub peminat tentu akan menimbang faktor teknis sekaligus sikapnya di dalam tim.

Dampak Bagi Marseille

Kehilangan Rabiot jelas menimbulkan konsekuensi. Pelatih harus segera mencari pengganti yang mampu mengisi peran penting di lini tengah. Bursa transfer musim panas masih berjalan, sehingga klub punya kesempatan merekrut gelandang baru sebelum kompetisi resmi dimulai.

Meskipun begitu, keputusan melepas Rabiot menunjukkan ketegasan manajemen. Mereka menempatkan keharmonisan tim di atas ego individu. Langkah ini bisa meningkatkan kepercayaan pemain lain sekaligus memperkuat fondasi tim untuk jangka panjang.

Kesimpulan

Kisah Adrien Rabiot di Marseille berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Perselisihan dengan Jonathan Rowe membuat klub tidak punya pilihan selain melepasnya. Meski kontribusinya di lapangan cukup baik, sikapnya kembali menimbulkan kontroversi.

Keputusan ini memberi pelajaran penting: sepak bola bukan hanya soal kualitas individu, tetapi juga keharmonisan tim. Bagi Rabiot, perjalanan berikutnya akan menjadi ujian besar. Apakah ia bisa menjaga reputasi dan fokus pada permainan? Waktu yang akan menjawabnya.

Baca juga : Liga Inggris Tegas Lawan Rasisme: Langkah Keras Setelah Laga Liverpool vs Bournemouth