Search for:
  • Home/
  • Sepak Bola/
  • 3 Klub yang Bisa Jadi Tujuan Baru Raheem Sterling Usai Tinggalkan Chelsea
Raheem Sterling mengenakan jersey Arsenal saat laga Premier League

3 Klub yang Bisa Jadi Tujuan Baru Raheem Sterling Usai Tinggalkan Chelsea

Raheem Sterling hampir pasti meninggalkan Chelsea. Klub London itu berencana melepas winger asal Inggris setelah performanya menurun. Meski begitu, pengalaman panjang di Premier League serta usia yang masih 30 tahun membuat Sterling tetap menarik bagi sejumlah klub besar Eropa. Artikel ini membahas tiga klub yang paling mungkin merekrutnya.

Perjalanan Karier Raheem Sterling di Chelsea

Sterling bergabung ke Chelsea dari Manchester City pada musim panas 2022. Ia datang dengan reputasi besar dan biaya transfer tinggi. Selama dua musim, Sterling sempat menunjukkan kualitasnya, namun inkonsistensi serta cedera membuat kontribusinya terbatas. Musim lalu, ia hanya mencatatkan gol dan assist dalam 28 pertandingan. Oleh karena itu, manajemen Chelsea mulai mempertimbangkan opsi penjualan.

Chelsea kini sedang membangun tim muda di bawah pelatih baru. Karena itulah, klub memilih melepas pemain berusia 30 tahun yang bergaji besar seperti Sterling. Dengan situasi tersebut, beberapa klub langsung masuk radar untuk menampungnya.

1. Arsenal – Reuni yang Masih Terbuka

Arsenal menjadi kandidat kuat sebagai pelabuhan berikutnya. Musim lalu, Sterling sudah merasakan atmosfer Emirates Stadium saat menjalani masa pinjaman. Mikel Arteta yang mengenalnya sejak di Manchester City dapat mengoptimalkan kecepatan serta pergerakan tanpa bola yang dimilikinya.

Selain itu, Arsenal membutuhkan kedalaman skuat untuk bersaing di Premier League dan Liga Champions. Kehadiran Sterling dapat memberikan alternatif ketika Bukayo Saka atau Gabriel Martinelli membutuhkan rotasi. Namun demikian, gaji tinggi Sterling masih menjadi bahan pertimbangan serius bagi manajemen The Gunners.

2. Newcastle United – Proyek Besar yang Menggiurkan

Newcastle United sedang membangun proyek ambisius dengan dukungan finansial kuat. Klub tersebut mencari pemain berpengalaman di level tertinggi agar skuat lebih seimbang. Sterling cocok dengan profil itu karena ia telah lama berkarier di Premier League sekaligus meraih pengalaman Liga Champions.

Dari sisi taktikal, Eddie Howe mengandalkan permainan cepat dan transisi langsung. Sterling mampu beroperasi di kedua sisi sayap sehingga ia bisa menambah variasi serangan. Lebih dari itu, kesempatan tampil reguler kemungkinan lebih besar di Newcastle dibanding Arsenal yang sudah memiliki pemain inti mapan. Jika The Magpies kembali tampil di Eropa, Sterling akan menjadi tambahan berharga.

3. AC Milan – Tantangan Baru di Serie A

Selain klub Premier League, AC Milan juga tertarik dengan Sterling. Klub Italia itu sedang mencari winger cepat untuk mendampingi Rafael Leão. Dengan kombinasi keduanya, Milan berpotensi memiliki lini depan yang lebih berbahaya.

Serie A menawarkan pengalaman berbeda bagi Sterling. Kompetisi Italia lebih menekankan taktik dan kedisiplinan, sehingga ia bisa menguji kemampuannya di level baru. Di sisi lain, Milan memiliki sejarah mengembalikan performa pemain yang sebelumnya dianggap menurun. Oleh karena itu, pindah ke Italia bisa menjadi langkah tepat bagi Sterling.

Faktor Penentu Keputusan Sterling

Beberapa faktor utama akan memengaruhi keputusan Sterling. Pertama, ia menginginkan waktu bermain reguler agar tetap kompetitif. Kedua, klub tujuan harus sanggup menanggung gajinya yang cukup besar. Ketiga, kesempatan tampil di Liga Champions atau Liga Europa menjadi daya tarik tambahan. Terakhir, proyek jangka panjang klub juga akan menentukan pilihan Sterling.

Kesimpulan

Raheem Sterling kini menghadapi persimpangan penting dalam kariernya. Setelah dua musim yang tidak konsisten di Chelsea, ia membutuhkan tantangan baru. Arsenal menawarkan reuni dengan Arteta, Newcastle memberi proyek ambisius, sementara AC Milan menghadirkan kesempatan untuk merasakan sepak bola Italia.

Pada akhirnya, masa depan Sterling akan bergantung pada klub yang bisa memberi kombinasi terbaik antara menit bermain, stabilitas finansial, dan ambisi kompetisi. Dengan demikian, publik sepak bola masih menunggu di mana Sterling akan memulai babak baru perjalanannya.

Baca juga : Premier League 2025/26 baru memasuki pekan kedua, namun perbincangan hangat sudah muncul mengenai penggunaan bola baru musim ini. Sejumlah kiper dari berbagai klub menyampaikan keluhan bahwa bola edisi terbaru terasa lebih licin dibandingkan musim-musim sebelumnya, sehingga memengaruhi performa mereka di lapangan.