Search for:
  • Home/
  • Sepak Bola/
  • Persebaya Tersandung di Laga Pembuka: PSIM Curi Poin di GBT
Logo Persebaya Surabaya dan PSIM Yogyakarta pada laga pembuka di GBT

Persebaya Tersandung di Laga Pembuka: PSIM Curi Poin di GBT

Super League 2025/2026 resmi dimulai dengan kejutan besar. Persebaya Surabaya, yang tampil sebagai tuan rumah di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), harus mengakui keunggulan PSIM Yogyakarta dengan skor tipis 0-1. Gol dramatis di menit akhir dari Ezequiel Vidal menjadi pembeda dalam laga yang penuh intensitas dan ekspektasi tinggi dari publik Bonek.

Ekspektasi Tinggi dan Filosofi Spanyol ala Perez

Eduardo Perez, pelatih asal Spanyol, datang dengan janji permainan atraktif dan penguasaan bola dominan. Persebaya mempertahankan 70% komposisi skuad musim lalu, dengan tambahan beberapa pemain asing seperti Mihailo Perovic dan Bruno Moreira. Gaya bermain menyerang dengan formasi 4-3-3 menjadi andalan Bajol Ijo.

  • Gelandang kreatif: Francisco Rivera, Milos Raickovic, Toni Firmansyah
  • Lini depan: Malik Risaldi, Perovic, Bruno Moreira
  • Kiper: Ernando Ari tampil solid meski kebobolan di menit akhir

Namun, dominasi penguasaan bola tidak cukup untuk mengamankan kemenangan. PSIM tampil disiplin dan memanfaatkan celah di menit-menit krusial.

PSIM: Tim Promosi yang Tampil Percaya Diri

Di bawah arahan pelatih Jean-Paul van Gastel, PSIM Yogyakarta menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim promosi. Dengan formasi 4-3-2-1, PSIM mengandalkan transisi cepat dan pressing tinggi. Cahya Supriadi tampil gemilang di bawah mistar, menggagalkan beberapa peluang emas Persebaya.

  • Bek tangguh: Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera
  • Gelandang bertahan: Corfe Deri dan Rahmatzoda
  • Penyerang: Nermin Haljeta sebagai target man

PSIM tidak gentar bermain di hadapan ribuan Bonek. Mereka tampil tenang dan fokus, hingga akhirnya mencetak gol kemenangan di menit ke-92+ melalui sepakan keras Ezequiel Vidal dari luar kotak penalti.

Statistik Pertandingan

  • Penguasaan bola: Persebaya 62% – PSIM 38%
  • Jumlah tembakan: Persebaya 14 – PSIM 9
  • Shots on target: Persebaya 5 – PSIM 3
  • Kartu kuning: Persebaya 2 – PSIM 1

Meski unggul dalam statistik, Persebaya gagal memanfaatkan peluang. PSIM tampil efisien dan disiplin, membuktikan bahwa mereka siap bersaing di kasta tertinggi.

Reaksi dan Evaluasi

Eduardo Perez mengakui bahwa timnya belum tampil maksimal. “Kami perlu lebih tajam dan tidak kehilangan fokus di menit akhir,” ujarnya. Sementara Van Gastel memuji mentalitas anak asuhnya yang mampu bertahan dan mencuri kemenangan di kandang lawan.

Para Bonek kecewa, namun tetap memberikan dukungan. Mereka berharap Persebaya segera bangkit dan menunjukkan permainan indah yang dijanjikan Perez.

Upacara Pembukaan yang Meriah

Sebelum kick-off, Super League 2025/2026 dibuka secara resmi dengan penendangan simbolik oleh Menpora Dito Ariotedjo. Acara pembukaan juga menampilkan tarian tradisional seperti remo dan mandrung, menghadirkan nuansa budaya khas Jawa Timur di tengah atmosfer sepak bola nasional.

Kesimpulan: Awal yang Mengejutkan bagi Bajol Ijo

Kekalahan di laga pembuka menjadi alarm bagi Persebaya. Gaya Spanyol ala Perez belum sepenuhnya berjalan, dan efektivitas serangan masih perlu diasah. Di sisi lain, PSIM membuktikan bahwa mereka bukan tim pelengkap. Dengan strategi matang dan mentalitas kuat, mereka berhasil mencuri poin penuh di GBT.

Musim masih panjang, dan Persebaya punya waktu untuk memperbaiki performa. Namun, kekalahan ini menjadi pelajaran penting bahwa dominasi tidak selalu berujung kemenangan.

Temukan kabar terbaru di : eac-w.com