Community Shield 2025: Crystal Palace Tumbangkan Liverpool Lewat Adu Penalti di Wembley
Pertandingan pembuka musim baru, FA Community Shield 2025, mempertemukan juara FA Cup, Crystal Palace, melawan juara Premier League, Liverpool. Duel yang digelar di Stadion Wembley, London, berakhir dramatis—skor 2-2 dalam waktu normal dan kemudian dimenangi Palace 3-2 melalui adu penalti.
Jalannya Pertandingan: Dari Gol Cepat hingga Penentuan di Penalti
Liverpool memulai dengan agresif. Hugo Ekitike mencetak gol cepat pada menit ke-4. Namun, Palace langsung menyamakan kedudukan melalui penalti Jean-Philippe Mateta menit ke-17. Tak lama berselang, Jeremie Frimpong mengembalikan keunggulan Liverpool pada menit ke-21 lewat sepakan menyilang yang berbelok masuk.
Memasuki babak kedua, Palace semakin menekan. Kerja keras mereka membuahkan hasil di menit ke-77 saat Ismaila Sarr menyamakan skor menjadi 2-2 dengan tendangan tajam. Gol itu memastikan laga masuk ke adu penalti.
Di momen penentuan, Arsenal penentu menjadi sorotan. Dean Henderson tampil heroik dengan melakukan dua penyelamatan penting dari Alexis Mac Allister dan Harvey Elliott. Sementara Mohamed Salah juga gagal mencetak gol. Akhirnya, Justin Devenny memastikan gelar milik Palace dengan eksekusi penalti terakhir yang tenang dan akurat.
Penampilan Gemilang & Momen Emosional
Ismaila Sarr layak menyandang gelar *Man of the Match*. Ia tidak hanya mencetak gol penyeimbang, tetapi juga berkontribusi besar dalam serangan, memaksa Van Dijk melakukan pelanggaran penalti dan terus mengancam pertahanan Liverpool.:contentReference[oaicite:0]{index=0}
Selain itu, penampilan defensif Chris Richards juga menonjol. Meski tidak mencetak gol, kontribusinya solid, dengan beberapa tekel dan duel yang dimenangkan, mendukung kestabilan lini belakang Palace.:contentReference[oaicite:1]{index=1}
Suasana sebelum laga juga sarat emosi. Terdapat penghormatan untuk Diogo Jota, pemain Liverpool yang meninggal beberapa waktu lalu. Namun, momen hening tersebut terganggu oleh reaksi sebagian fans Palace, yang menuai kritik tajam.:contentReference[oaicite:2]{index=2}
Dampak Taktik & Evaluasi Arne Slot
Manajer Liverpool, Arne Slot, menyoroti adaptasi skuat baru sebagai tantangan utama. Meski lini serang menunjukkan peningkatan—terutama berkat peran Hugo Ekitike, Florian Wirtz, dan Jeremie Frimpong—pertahanan tetap jadi pekerjaan rumah. Slot menyebutkan perlunya peningkatan saat menyambut laga Premier League perdana.:contentReference[oaicite:3]{index=3}
Sementara itu, pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner, memuji ketahanan mental timnya. Dia bangga tim mampu meraih trofi kedua musim ini —setelah kemenangan FA Cup—di tengah tantangan dan keriuhan yang melingkupi pertandingan.:contentReference[oaicite:4]{index=4}
Makna Sejarah Bagi Crystal Palace
Trofi Community Shield ini menjadi yang pertama bagi Crystal Palace dalam sejarah partisipasi mereka. Momen ini melengkapi kesuksesan FA Cup yang diraih beberapa bulan sebelumnya, menunjukkan perkembangan signifikan di bawah manajemen Glasner.:contentReference[oaicite:5]{index=5}
Kunci Kemenangan: Mental & Kesempatan
Kemenangan ini bukan hanya soal teknik atau strategi. Ia juga tentang mental juara dan mampu memanfaatkan peluang. Palace membuktikan mampu bangkit dari kekangan, mencetak gol krusial dan menang di tekanan adu penalti.
Kesimpulan: Pembuka Musim yang Berbeda
“Crystal Palace vs Liverpool” di Community Shield 2025 akan dikenang sebagai pembuka musim yang bersejarah dan penuh drama. Palace membalikkan keadaan, melawan favorit, dan memastikan trofi pertama mereka dalam laga besar. Bagi fans Palace, ini momentum optimis; bagi Liverpool, sinyal bahwa tantangan di musim baru akan berat.
Baca juga : Barcelona vs Como: Kejayaan Joan Gamper Trophy dan Sinyal Kuat Menuju Musim Baru