Search for:
  • Home/
  • Sepak Bola/
  • Tijjani Reijnders: Masih Ada yang Minta Saya Bela Timnas Indonesia
Tijjani Reijnders bersama Manchester City di lapangan

Tijjani Reijnders: Masih Ada yang Minta Saya Bela Timnas Indonesia

Gelandang AC Milan, Tijjani Reijnders, mengaku sering menerima pesan dari penggemar sepak bola Indonesia. Mereka berharap dirinya bisa mengenakan seragam Timnas Indonesia. Meski sudah memilih Timnas Belanda, dukungan besar dari publik Indonesia terus mengalir untuknya.

Latar Belakang Keluarga Reijnders

Tijjani Reijnders lahir di Zwolle, Belanda, pada 29 Juli 1998. Ibunya, Angelina Syane Lekatompessy, berasal dari Maluku, sedangkan ayahnya berdarah Belanda. Garis keturunan Maluku inilah yang membuat banyak orang Indonesia merasa dekat dengannya.

Selain Tijjani, adiknya Eliano Reijnders juga berkarier sebagai pesepak bola di Belanda. Keduanya tumbuh dan berkembang di Negeri Kincir Angin, tetapi tetap memiliki ikatan emosional dengan Indonesia.

Karier di Klub dan Tim Nasional

Reijnders memulai karier profesional bersama PEC Zwolle. Setelah itu, ia bergabung dengan AZ Alkmaar dan tampil konsisten di lini tengah. Performanya menarik perhatian AC Milan, yang akhirnya membawanya ke San Siro pada musim panas 2023. Sejak saat itu, ia langsung menjadi pilihan utama di Serie A dan kompetisi Eropa.

Bersama Timnas Belanda, Reijnders sudah mengoleksi lebih dari 20 penampilan. Pelatih Ronald Koeman terus mempercayainya untuk mengatur permainan di lini tengah Oranje, termasuk pada ajang UEFA Nations League dan kualifikasi Euro 2024.

Dukungan Besar dari Fans Indonesia

Walau sudah memilih Belanda, Reijnders tetap menerima dukungan luar biasa dari Indonesia. Media sosialnya sering dipenuhi komentar suporter yang menyatakan kebanggaan mereka. Bagi para penggemar, keberhasilan pemain keturunan Maluku ini mencerminkan potensi besar darah Indonesia di panggung sepak bola Eropa.

Reijnders mengaku merasa terharu dengan perhatian itu. Ia menyebut semangat yang diberikan orang Indonesia memberinya energi tambahan setiap kali tampil di lapangan.

Alasan Tidak Bisa Bela Indonesia

Peluang Reijnders untuk membela Timnas Indonesia nyaris mustahil. Aturan FIFA menyatakan bahwa pemain yang sudah tampil reguler di tim senior tidak bisa mengganti kewarganegaraan untuk membela negara lain. Karena sudah mengoleksi lebih dari 20 caps bersama Belanda, Reijnders tidak bisa lagi bergabung dengan Garuda.

Meski begitu, para fans Indonesia tetap bangga padanya. Mereka melihat Reijnders sebagai salah satu representasi anak bangsa di kancah sepak bola dunia.

Performa Bersama AC Milan

Reijnders menampilkan gaya bermain yang modern. Ia piawai mengalirkan bola, kuat menjaga keseimbangan, dan sering membantu serangan. Catatan statistik menunjukkan akurasi umpannya termasuk yang terbaik di Serie A. Peran ini menjadikannya tulang punggung AC Milan di lini tengah.

Tidak hanya mengatur tempo, Reijnders juga rajin menyumbang assist dan sesekali mencetak gol. Gaya mainnya membuat banyak pengamat menilai ia sangat cocok dengan kultur taktik Italia.

Dampak untuk Sepak Bola Indonesia

Keberhasilan Reijnders di Eropa memberi inspirasi besar untuk pesepak bola muda Indonesia. Banyak yang menjadikannya contoh bahwa pemain dengan darah Indonesia bisa bersaing di level tertinggi. Kisahnya mendorong generasi muda untuk bekerja keras dan berani bermimpi menembus panggung internasional.

Meskipun tidak membela Timnas Indonesia, Reijnders tetap mengharumkan nama Indonesia. Media asing kerap menyebut latar belakang Maluku dalam profilnya, sehingga nama Indonesia ikut terangkat.

Pernyataan Terbaru Reijnders

Dalam wawancara terbaru, Reijnders menegaskan bahwa ia bangga memiliki darah Indonesia. Ia menyampaikan rasa hormat kepada para fans yang terus memberinya dukungan. Menurutnya, semangat orang Indonesia untuk sepak bola termasuk yang terbesar di dunia.

Ia merasa tersanjung setiap kali menerima pesan dari penggemar Indonesia. Dukungan itu ia anggap sebagai dorongan positif untuk terus menampilkan performa terbaik di Eropa.

Kesimpulan

Tijjani Reijnders tidak bisa membela Timnas Indonesia karena aturan FIFA. Namun, dukungan besar dari publik Tanah Air membuktikan kuatnya ikatan emosional yang lahir dari garis keturunannya. Kisahnya mengajarkan bahwa kebanggaan tidak hanya hadir lewat seragam tim nasional, tetapi juga melalui keberhasilan diaspora Indonesia di panggung dunia.

Perjalanan Reijnders memberi pesan bahwa semangat, kerja keras, dan dedikasi mampu membawa nama Indonesia bersinar, meskipun lewat jalur berbeda.

Baca juga : Liga Inggris Tegas Lawan Rasisme: Langkah Keras Setelah Laga Liverpool vs Bournemouth